Murid Paling Sakti dan Bandel

Murid Paling Sakti dan Bandel

Penulis: Mengorbankan seluruh ketulusan hatiku
33ribu kata Palavras
0kunjungan visualizações
100bab Capítulo

Sebuah kejadian tak terduga membuat Wang Chong memperoleh sebuah teknik kultivasi ajaib; selama ia terus-menerus dipukuli orang, kekuatannya akan meningkat luar biasa. Maka ia pun berkata, “Aku tahu k

Bab Satu: Memenuhi Keinginanmu!

Di dalam hutan pegunungan yang menjadi kawasan wisata, seorang pemuda bertubuh tinggi semampai dengan paras rupawan dan penampilan menawan menarik busur panah majemuk di tangannya, mengarahkan bidikan tepat ke arah seekor kelinci liar abu-abu yang bersembunyi di antara rerumputan di bawah pohon pinus.

Di sekelilingnya berdiri lima hingga enam siswi sekolah menengah atas, semuanya muda, cantik, dan sedang berada di usia penuh pesona dan gairah remaja. Mereka menutup mulut, menahan napas, menatap pemuda yang menarik busur itu dengan tegang.

Tak jauh dari sana, di bawah bayang-bayang, seorang pemuda lain berkulit gelap duduk bersandar di batang pohon, bibirnya menggigit sebatang rumput. Ia hanya melirik sekilas ke arah pemuda tampan itu, lalu dengan suara pelan berkata, “Busur ini kekuatannya tiga puluh satu pon, ditarik penuh, jangkauan efektif empat puluh tiga meter, deviasi bidikan empat sentimeter, angin berlawanan tingkat dua, posisi tembak dari atas ke bawah...”

“Dengan posisi seperti itu, panahnya bakal berhenti dua meter di depan kelinci, melesat ke rerumputan di kiri depan, dan kelinci itu akan lari dalam tiga detik. Jadi...”

“Dia tidak akan kena.”

“Ctak!”

Panah di tangan pemuda tampan itu melesat.

Saat semua perhatian tertuju padanya, pemuda berkulit gelap itu dengan cekatan mengeluarkan ketapel, bahkan tak melihat sasarannya, melesatkan peluru batu, lalu kembali diam tak mencolok.

Kelinci itu pun tumbang.

“Wah, Hebat sekali Huang Bo!”

“Ya ampun, dari sejauh itu bisa langsung mati kena satu tembakan!”

📚 Rekomendasi Terkait

Peringkat Terkait