Aroma Makanan dari Pedesaan

Aroma Makanan dari Pedesaan

Penulis: Maafkan aku.
24ribu kata Palavras
0kunjungan visualizações
100bab Capítulo

Du Yuniang terlahir kembali dan mendapati dirinya kembali ke usia dua belas tahun. Kehidupan menyedihkan yang dulu ia alami belum juga dimulai, segalanya masih bisa diubah. Ia ingin menjalani hidup de

Bab Satu: Mimpi dalam Lamunan Hangat

Du Yuniang merasa kepalanya sakit luar biasa, seperti akan pecah. Kepalanya berdenyut-denyut, mulutnya kering, dan tenggorokannya seolah-olah disumbat segumpal kapas.

Dalam kebingungan, sepertinya ada seseorang yang berbicara.

“Yuniang?”

Siapa yang memanggilnya?

Setelah menikah, istri utama memanggilnya Nyonya Du, para pelayan memanggilnya Nyonya Muda Du. Setelah ia sakit parah dan wajahnya rusak, orang-orang menjulukinya Perempuan Berwajah Luka. Berapa tahun sudah berlalu, sejak terakhir kali ia mendengar ada yang memanggilnya Yuniang?

Du Yuniang berusaha keras ingin membuka matanya, ingin tahu siapa yang memanggilnya. Tapi kelopak matanya terasa berat sekali, tak mampu dibuka.

Dalam benaknya, muncul sosok samar, berpakaian jubah sutra motif warna danau batu, ikat pinggang berhias batu akik, rambut disanggul dengan mahkota emas, memegang kipas lipat—benar-benar seorang pria tampan dan anggun.

Siapa dia?

Du Yuniang merasa hatinya sangat sakit!

Rasa sakit itu seperti ada seseorang yang menempelkan besi panas ke jantungnya, membuatnya sesak napas, seolah-olah sebentar lagi ia akan jatuh ke dalam jurang tanpa dasar.

“Ibu~”

Dua suara anak-anak yang polos terdengar bersamaan.

Anak-anak?

Du Yuniang yang memejamkan mata gelisah, bulu matanya bergetar, alisnya berkerut, keringat memenuhi dahinya.

Anak-anaknya?

Lan, dan Xu?

Tidak, salah.

Anak-anaknya tidak pernah memanggilnya ibu, hanya menyebutnya nyonya muda...

Kenapa hatinya begitu sakit? Rasanya seperti ada tangan yang

📚 Rekomendasi Terkait

Peringkat Terkait