Angin Mata Dewa

Angin Mata Dewa

Penulis: Senjata Dewa dan Dunia
25ribu kata Palavras
0kunjungan visualizações
100bab Capítulo

Di sebuah negeri kecil yang terpencil, peperangan tak kunjung usai. Seorang pemuda yang kehilangan ingatan terdampar di tanah yang kacau balau. Luka-luka aneh yang melekat pada tubuhnya membuat para a

Bab Satu: Pemuda yang Kehilangan Ingatan

Cahaya pagi menyinari wajah seorang pemuda yang masih tampak polos. Guru pernah berkata, waktu terbaik untuk berlatih adalah saat fajar pertama menyingsing. Karena itu, setiap hari pemuda itu selalu datang ke bukit belakang Akademi Ilmu untuk berlatih. Kecuali saat hujan atau cuaca buruk, pada waktu seperti ini pasti akan menemukan dirinya di sana.

“Kak Angin, kau memang di sini lagi.” Di bawah batu besar di puncak bukit, seorang gadis kecil dengan wajah manis dan rambut dikuncir kuda, sedang terengah-engah.

“Huang Ling.” Mu Feng menghembuskan napas panjang berwarna kehitaman, lalu melompat turun dari batu.

Huang Ling, seperti Mu Feng, adalah anak yatim korban perang. Dari seratus orang, hanya satu dua yang memiliki bakat menjadi Ahli Ilmu, dan karena itulah mereka berdua diadopsi oleh Akademi untuk belajar.

Melihat dahi Mu Feng masih dihiasi kecemasan, Huang Ling berkata dengan nada menggoda, “Kak Angin, kau masih memikirkan soal inti ilmu yang tak kunjung berkembang, ya?”

Mendengar itu, Mu Feng menarik nafas berat. “Iya… sudah setengah tahun, inti ilmuku tidak berkembang sama sekali. Walau guru tak pernah berkata apa-apa, aku tahu beliau agak kecewa.”

Setiap kali mengatur napas sesuai mantra, menyerap energi alam untuk mengalirkannya ke dalam meridian dan membentuk inti ilmu, setelah satu putaran penuh, entah kenapa selalu saja inti ilmu itu berkurang. Seolah-olah semua usahanya sia-sia.

Huang Ling manyun, “Kalian laki-laki memang suka bersaing. Menurutku, jadi guru di Akademi atau bekerja di tempat lain lebih baik daripada ber

📚 Rekomendasi Terkait

Peringkat Terkait