Saat kekuatan spiritual bangkit kembali, dunia-dunia yang selama ini hanya ada dalam film dan cerita akhirnya menjadi kenyataan. Miliaran makhluk pun mendapat kesempatan untuk melangkah ke jalan kulti
...
Xu Rui duduk bersandar di dinding dengan napas berat, aroma campuran kotoran, air seni, dan bau busuk tak henti-hentinya menusuk hidungnya. Di sekelilingnya, para gelandangan dan pengemis duduk atau berdiri tak beraturan, serta sel penjara yang suram, dingin, dan penuh bau busuk. Tak pernah terlintas dalam pikirannya bahwa nasibnya akan seburuk ini.
Tiga hari lalu, ia masih seorang sarjana lulusan universitas, bekerja dengan tekun, rutin berolahraga, menjauhi feminisme, dan berprofesi sebagai pemrogram. Namun, setelah pulang kampung saat libur Hari Kemerdekaan, ia ketiduran di kereta cepat, dan saat terbangun, ia sudah menjadi gelandangan berpakaian compang-camping yang meringkuk di jalanan.
Yang aneh, tubuh itu tetap miliknya, bukan sekadar jiwa yang berpindah.
Lebih sial lagi, saat barusan sadar, ia belum sempat merencanakan masa depan, sudah diseret masuk penjara oleh petugas yang galak bak serigala kelaparan.
Ingin mengadu?
Ini zaman Republik, era dimana hukum hanya nama dan siapa pun bisa jadi korban. Ia tak punya siapa-siapa, hanya seorang gelandangan, siapa yang peduli padanya?
Untungnya, sebagai orang yang melintasi dunia, ia masih punya kelebihan. Hatinya bergetar.
Sebuah layar cahaya sebesar monitor komputer melayang muncul dari kehampaan.
Baris demi baris tulisan tampil di sana.
Pemilik: Xu Rui.
Tingkat kekuatan: Tidak ada.
Bakat: Tubuh Biasa Tingkat Rendah (87%)
Teknik: Tidak ada.
Poin Pembersihan Sumsum: 0.
Sayangnya, hingga kini ia belum tahu cara memakai kelebih