Bab 2 Membangkitkan Ruang, Kehamilan Palsu
Nyonya He adalah istri kedua. Pei Jingyi adalah putra dari istri pertama, dan sudah menjadi rahasia umum bahwa ia tidak disukai olehnya. Jika tidak demikian, tentu ia tidak akan dikirim ke tempat yang begitu jauh untuk menjadi tentara di usia yang masih sangat muda.
Begitu Xie Shuyao selesai bicara, suara riuh perdebatan langsung meledak di sekelilingnya.
"Biasanya terlihat seperti orang baik, ternyata hatinya sebusuk itu. Bahkan kesialan orang lain pun tega mereka manfaatkan demi kepentingan sendiri."
"Ibu tiri memang tidak bisa diandalkan. Tapi, kepala keluarga Pei juga tidak peduli, padahal itu cucunya sendiri!"
"Sepertinya keluarga itu memang sekongkol, benar-benar orang yang berwajah manusia namun berhati binatang!"
Melihat opini publik mulai bergerak ke arah yang tak terkendali, seorang pelayan segera berlari kembali ke kediaman untuk mencari bala bantuan.
Tak lama kemudian, Yang Guiru tiba. Ia adalah ibu mertua Nyonya He, sekaligus nenek dari Pei Jingyi, anggota keluarga dengan kedudukan paling senior di seluruh keluarga Pei.
Dengan tenang dan penuh wibawa, ia melangkah maju sambil mengetukkan tongkatnya. "Berisik sekali! Apakah seseorang hamil atau tidak, cukup panggil tabib untuk memastikannya. Ada orang yang mulutnya asal bicara tanpa memikirkan akibatnya. Seorang pembawa sial yang bahkan dibenci oleh orang tuanya sendiri, bagaimana mungkin bisa mengandung benih keluarga Pei kita?"
Saat mengatakan itu, ia terisak pelan. Rambutnya yang memutih dipadukan dengan suara yang tersendat membuat penampilannya tampak sangat menyedihkan. "Seandainya saja keluarga Xie tidak melakukan penukaran pengantin, cucuku tidak akan mati. Jika aku tahu akan begini, aku tidak akan membiarkannya menginjakkan kaki di rumah ini."
Massa yang menonton terdiam sejenak, mulai termakan oleh ucapannya.
"Benar juga, Pei Jingyi bertahun-tahun berada di perbatasan baik-baik saja, tapi begitu menikah, ia malah mati. Jangan-jangan memang wanita ini yang membawa sial."
"Wanita ini sangat membawa malapetaka, sebaiknya ditenggelamkan saja ke sungai agar tidak menjadi beban."
Melihat situasi yang memburuk, Xie Shuyao buru-buru menyela, "Siapa bilang aku berbohong? Kalian hanya memutarbalikkan fakta dan bahkan tidak mau mengakui anak ini. Apa kalian ingin mengatakan bahwa suamiku bukan bagian dari keluarga Pei?"
Begitu kata-kata itu terlontar, wajah Nyonya Yang berubah. Sorot matanya saat menatap Xie Shuyao dipenuhi niat membunuh.
Ia mendengus dingin, "Jangan katakan keluarga Pei menindasmu. Sekarang, kembalilah ke kediaman, panggil tabib, dan biarkan para tetangga tahu bahwa kami tidak memfitnahmu."
***
Rombongan itu kembali ke kediaman keluarga Pei dengan langkah angkuh. Xie Shuyao berusaha tetap tenang dan berkata, "Aku harus mengganti pakaianku terlebih dahulu."
Nyonya He menatapnya dengan tatapan meremehkan, lalu berkata dengan nada dingin, "Jangan berpikir untuk melarikan diri, aku akan berjaga di luar pintu."
Xie Shuyao menjawab dengan nada yang sedikit tidak yakin, "Siapa yang mau melarikan diri? Huh!"
Dengan suara dentuman keras, ia menutup pintu dan masuk ke dalam kamar.
Setelah berada di dalam, Xie Shuyao dengan cepat mengganti pakaiannya. Ia melihat ke sekeliling untuk memastikan benar-benar tidak ada celah untuk melarikan diri, lalu mulai mondar-mandir dengan cemas di dalam kamar.
Bagaimana ini? Tubuh aslinya masih gadis suci, mana mungkin ia hamil? Begitu tabib datang nanti, bukankah kebohongannya akan terbongkar?
Apakah ada cara untuk memalsukan denyut nadi kehamilan?
Begitu keluhan itu terlintas, gelang giok di pergelangan tangan Xie Shuyao tiba-tiba memancarkan cahaya hijau samar. Detik berikutnya, ia terperangah melihat pemandangan di depannya.
Ia tidak lagi berada di kamar kecil keluarga Pei, melainkan di sebuah tempat yang tampak seperti surga tersembunyi.
Matahari bersinar cerah, ada jembatan kecil di atas sungai yang mengalir, dan sekelilingnya dipenuhi bunga serta tanaman langka. Ada jamur lingzhi darah seukuran telapak tangan dan ginseng sebesar pergelangan tangan; semuanya adalah bahan obat langka yang tak ternilai harganya.
Tepat saat Xie Shuyao masih tertegun, sebuah teks muncul di langit:
【Selamat datang, Pengguna. Untuk merayakan Anda sebagai pengguna keseratus juta sistem ini, kami memberikan tiga kartu pengalaman "Keinginan Terkabul".】
【Sekarang, silakan masukkan nama dan nomor identitas Anda untuk mengaktifkan sistem segera.】
Xie Shuyao mencibir dengan nada meremehkan, "Penipuan sampai merambah ke zaman kuno, ya? Keinginan terkabul? Kau pikir kau lampu ajaib Aladdin?"
"Apakah kalian mau mencuri uangku atau diam-diam memberikan pinjaman? Siapa pun tahu kalau identitas diri tidak boleh disebarkan sembarangan!"
Namun, detik berikutnya...
【Xie Shuyao, 37xxxxxxxxxxxxxxxx】
Bagaimanapun, ia sudah tidak punya apa-apa lagi untuk dipertaruhkan. Anggap saja ini usaha terakhir.
Setelah selesai memasukkan data, tiga kartu muncul di depannya. Xie Shuyao mencoba menekan kartu pertama dan bergumam, "Karena ini bisa mengabulkan keinginan, buatlah aku hamil supaya orang-orang di luar sana pergi."
【Sistem tidak memiliki kemampuan untuk membuat pengguna hamil, namun dapat memberikan kondisi fisik "hamil palsu". Apakah Anda ingin menukarnya?】
Xie Shuyao mengerutkan kening, lalu menjawab dengan ragu, "Ya."
【Sistem mengonfirmasi, sedang memperbarui... 1%... 99%...】
【Selamat, Anda telah mendapatkan kondisi fisik "Hamil Palsu", berlaku selama 24 jam.】
Detik berikutnya, Xie Shuyao tiba-tiba merasa perut bawahnya membuncit dan perutnya terasa mual.
Ia menutup mulutnya dan tersedak. Eh? Mungkinkah...
Sistem ini benar-benar hebat!
Tepat saat ia sedang bersemangat ingin meneliti lebih lanjut tentang "senjata rahasia" ini, Nyonya He tiba-tiba mengetuk pintu.
"Gadis sialan, sudah selesai ganti pakaiannya belum? Cepat keluar, tabib sudah datang!"
Xie Shuyao membanting pintu hingga terbuka lebar, hampir mengenai wajah Nyonya He.
Nyonya He mundur beberapa langkah dan baru saja hendak memaki, namun ia melihat Xie Shuyao dengan dramatis memegangi pinggang belakangnya, lalu berkata dengan wajah segar bugar, "Nyonya He, silakan jalan."