Daftar Tokoh dalam Jilid Pertama
Tokoh Utama
Lin Xiao: Pemimpin salah satu perusahaan farmasi terbesar di Huaxia, yang pernah menghebohkan dunia dengan mengakuisisi Menara Kekaisaran. Namun, ia dijatuhkan oleh delapan konglomerat besar yang dipimpin oleh Situ Xie. Lin Xiao seolah-olah memegang rahasia “Reinkarnasi”. Enam puluh tahun sebelum kisah ini terjadi, ia sudah menghilang tanpa jejak dan dikabarkan telah meninggal dunia.
Situ Xie: Perwakilan dari delapan konglomerat besar Barat. Ketika lahir, ia dibaptis langsung oleh Paus dan dijuluki “Anak Pilihan Langit”. Saat Lin Xiao mengguncang dunia Barat, ia memimpin banyak kekuatan untuk melawannya, dan menguasai “Kotak Pandora”.
Lin Xingluo: Tokoh utama pria dalam cerita, berusia 17 tahun, berasal dari sebuah tempat di perbatasan barat daya Huaxia yang disebut “Lembah Keputusasaan”. Ia seorang penganut prinsip efisiensi dan kerendahan hati, sesekali bisa kehilangan kendali. Asal-usulnya penuh teka-teki, bahkan ingatan masa kecilnya bermasalah, membuatnya sangat gelisah dan terus mencari jawaban.
Ding Lingdang: Salah satu tokoh utama wanita, 18 tahun, putri tunggal keluarga konglomerat Ding. Selain mewarisi pesona sempurna dari ibunya, ia juga mendapatkan sifat tegas dan keras kepala dari ayahnya. Ia mengaku pernah bertemu Lin Xingluo sepuluh tahun lalu. Kemampuannya menembak masih dalam kategori cukup. Saat kecil, ibunya sering bercerita tentang “Puncak Pendeta”.
Su Qi: Salah satu tokoh utama wanita, 17 tahun, gadis yang ditemui Lin Xingluo di kapal udara. Ia ceria dan polos. Karena menjadi orang pertama yang menyapa Lin Xingluo di kapal udara, ia merasa bertanggung jawab untuk memperhatikannya. Meski belum menunjukkan keahlian yang mencolok, tidak menutup kemungkinan ia akan mengejutkan di masa depan.
Duanmu: 18 tahun, Duanmu adalah nama marga sekaligus nama depan. Berasal dari keluarga bangsawan ternama, ia memiliki masa lalu yang tersembunyi. Karakternya angkuh dan dingin, sering mengucapkan “Aku sang raja” dan “Kalian ini hanya semut”. Ahli dalam ilmu pedang, dalam insiden kapal udara, ia menggunakan teknik “Badai, Suara Langit” untuk mengalahkan kelompok serigala.
Badut: Usianya tidak diketahui, wajahnya pun misterius, tidak seorang pun tahu masa lalunya. Setiap kemunculannya selalu membawa keputusasaan dan kematian, memiliki kekuatan yang menakutkan hingga membuat orang tercekik. Jurus andalannya, “Tolakan Mutlak”, bahkan peluru pun tak mampu menembusnya. Ia mengaku bahwa dirinya dan sang tokoh utama sama, “jiwa-jiwa yang kembali dari neraka demi menuntut balas.”
Tokoh Pendukung Insiden Kapal Udara
Yang Tailing (almarhum): 72 tahun, pernah berjaya sebagai guru besar Ilmu Silat Delapan Trigram, namun kemudian menghilang karena suatu alasan. Ia menyamar sebagai Ding Fu dan menjadi pelayan keluarga Ding, tempat Ding Lingdang sangat bergantung padanya. Dalam insiden kapal udara, ia tewas di tangan kelompok serigala yang telah “mengamuk”, merasa bersalah sebelum meninggal karena gagal melindungi ibu dan anak keluarga Ding.
Zhao Moli: 20 tahun, petugas Biro Intelijen, lulusan akademi kepolisian dengan peringkat pertama dari dua ribu siswa. Ahli dalam menembak dan bertarung tangan kosong. Ia naik ke kapal udara untuk menyelidiki kelompok “Gagak”. Pernah secara langsung mempertanyakan Ding Lingdang yang enggan meninggalkan kapal udara. Ketika melihat punggung sang tokoh utama, ia merasa familiar dan yakin, “Pasti aku pernah melihat orang ini!”
Chen Zijie: 21 tahun, petugas Biro Intelijen. Walaupun sering bertugas sebagai asisten Zhao Moli, ia sebenarnya polisi yang sangat kompeten. Dalam bekerja, ia selalu mengikuti aturan. Ia tidak pernah marah meskipun sering diejek sebagai “ekor perempuan”, justru bersikap santai dan bijaksana. Ia menegakkan keadilan dengan kekuatan kecil yang ia miliki.