115 Bertemu Kembali dengan Alice
Mengendalikan Aroma
13kata
2026-03-31 21:00:47
Di bawah langit yang kelabu, hening menyelimuti segalanya. Angin berembus pelan, membawa aroma tanah basah yang menusuk kalbu. Di tengah hamparan padang yang sunyi itu, bayang-bayang masa lalu seolah menari, membisikkan kenangan yang tak lagi mampu tergapai. Setiap langkah terasa berat, dibebani oleh janji-janji yang terkubur bersama waktu. Tidak ada cahaya yang memandu, tidak ada suara yang menyahut, hanya ada detak jantung yang beradu dengan kesepian yang abadi. Di ufuk timur, secercah harapan yang samar mulai merayap, namun kegelapan masih memeluk erat sisa-sisa impian yang telah lama padam.