Renascido na Dinastia Ming para ser um tirano

Renascido na Dinastia Ming para ser um tirano

Penulis: Espadachim da Glória
82ribu kata Palavras
0kunjungan visualizações
300bab Capítulo

No quinto ano de Tianqi, a escuridão cobria a Grande Ming; os diversos partidos se uniram e se juntaram no chamado partido dos eunucos, e o outrora íntegro Partido Donglin, antes cheio de homens justo

Bab Satu: Wahyu

Tahun kelima era Tianqi Dinasti Ming, tanggal delapan belas bulan Mei.
Waktu Shen.
Taman Barat.

Matahari yang terik menggantung tinggi, angin sepoi-sepoi berhembus, namun tidak membawa kesejukan sedikit pun, malah membuat suasana semakin panas. Kolam Taiye yang berwarna hijau zamrud beriak lembut, permukaan air dipenuhi serpihan papan kayu yang berserakan, sementara di kedalaman air terdengar suara jeritan dan perjuangan.

Sang Kaisar terjatuh ke dalam air!

"Yang Mulia!!"
"Kakak Xiao!"
"Paduka!!"

Di Pulau Qionghua, di dermaga utara.

Kaisar Tianqi yang kehilangan kesadaran, mengenakan jubah naga berkerah sempit yang basah kuyup, di sampingnya tergeletak mahkota emas berhiaskan benang sutra yang jatuh, wajahnya pucat tanpa warna darah, bibirnya sedikit membiru.

"Apakah tabib sudah datang?!"

Wei Zhongxian, kasim tua yang mengenakan jubah naga merah menyala dan topi tiga gunung, memegang Kaisar Tianqi yang pingsan dengan emosi yang sangat tegang, matanya membelalak dan berteriak, "Jika Yang Mulia sampai celaka, aku akan membunuh seluruh keluargamu, menghabisi tiga keturunan kalian!!"

Sang Kaisar ternyata jatuh ke dalam kolam di Taman Barat, siapa yang akan percaya jika ini tersebar?

Namun kejadian itu benar-benar terjadi di depan mata semua orang.

Tiba-tiba, Kaisar Tianqi yang pingsan menundukkan kepala dan mengeluarkan air dari mulut dan hidungnya.

Zhu Yuanzhi yang sakit kepala luar biasa, kepalanya seperti diisi lem, t

📚 Rekomendasi Terkait

Peringkat Terkait