Langit dan bumi bisa hancur, namun aku takkan pernah binasa, inilah Raja Dewa Abadi. Seorang jenius yang perkasa, Ren Cangqiong, tak berdaya melindungi keluarganya di tengah bencana besar. Dengan peny
Bunuh, bunuh, bunuh!
Seluruh tubuh Ren Cangqiong dipenuhi amarah yang meluap ke langit. Pedang panjang di tangannya menari seperti orang gila, menerobos ke barisan besar pasukan siluman, cahaya pedangnya membawa aura kematian yang mengerikan, menggulung gelombang serangan dahsyat, menerpa pasukan siluman tanpa ampun.
Setiap tebasan pedang yang menderu, selalu membuat tiga hingga lima siluman tumbang.
Dendam, bahkan air dari tiga sungai dan lima lautan pun tak mampu membersihkan kebencian di hatinya!
Ibu, kakak—dua orang terkasih di dunia ini—masih hidup kemarin senja. Namun dalam semalam, bangsa siluman menyerbu besar-besaran, bencana kehancuran pun pecah.
Kini, ibunya telah dicabik-cabik menjadi serpihan oleh bangsa siluman.
Sementara kakaknya, digigit siluman dan mulai mengalami perubahan mengerikan, hingga akhirnya terpaksa Ren Cangqiong sendiri yang membunuhnya—demi kebaikan, mengorbankan keluarga.
Bencana yang datang tiba-tiba itu membuat Ren Cangqiong kehilangan dua orang tersayang hanya dalam semalam!
Dan Kota Yunluo, juga mengalami kehancuran dalam satu malam. Permusuhan bersejarah antara manusia dan siluman meledak dalam tragedi tak terperikan malam itu.
Pasukan siluman datang mengalir lebih deras dari ombak, menggilas Kota Yunluo seperti longsor dan tsunami. Pertahanan kota serasa kertas tipis yang langsung hancur berkeping-keping.
Hanya sedikit bangsawan dan tokoh kuat yang berhasil melarikan diri; hampir seluruh kota musnah!
Para pendekar manusia memang melawan. Namun jumlah mereka di Kota Yunl