Maaf, tidak ada teks yang dapat diterjemahkan. Mohon berikan teks yang ingin diterjemahkan.
Ruangan yang gelap dan lembab itu sama sekali tak memiliki cahaya. Tiba-tiba, terdengar langkah kaki entah dari mana, “tap, tap, tap...” Suara langkah itu mendekat, diiringi cahaya remang yang perlahan muncul. Sosok berbaju jubah hitam, seluruh tubuhnya terbungkus bayang-bayang, berjalan masuk ke dalam ruangan.
Di ruang bawah tanah yang berantakan dan suram itu, dindingnya dipenuhi barang-barang tak berguna. Di tengah, sebuah meja besar penuh botol dan guci, serta banyak naskah berserakan. Di samping naskah, terdapat alat-alat dengan bentuk aneh. Botol kaca di sisi lain berisi tengkorak atau spesimen kepala binatang, sedangkan beaker di sisi lain memuat cairan berwarna aneh.
Orang itu meletakkan lampu minyak di atas meja, lalu berbalik ke lemari di sudut, mengaduk-aduk sebentar dan mengambil segenggam bubuk. Bubuk itu ia taburkan ke dalam lampu minyak. Api yang tadinya hampir padam, tiba-tiba menyala dengan suara keras dan terang, membuat ruangan bawah tanah jadi jauh lebih terang.
Dalam cahaya yang bergetar, sosok itu tetap tersembunyi di balik jubah hitam yang membalut tubuhnya rapat. Topi lebar yang dikenakan menutupi hampir seluruh wajahnya, hanya menyisakan dagu yang indah. Ia mengulurkan tangan perlahan, kulitnya pucat di balik lengan jubah.
Dengan cekatan, ia menata beberapa beaker di depannya, lalu mengeluarkan sebuah buku kecil dari saku, membacanya dengan teliti sebelum mulai menyiapkan bahan-bahan yang diperlukan satu per satu. Ia meneteskan cairan hijau ke dalam botol, lalu menambahkan tiga tetes cairan ungu. Setelah itu, ia mengambil