Tuan, jangan hentikan obatnya!

Tuan, jangan hentikan obatnya!

Penulis: Menoleh dengan diam-diam
23ribu kata Palavras
0kunjungan visualizações
63bab Capítulo

Teks tidak ditemukan. Mohon berikan teks yang ingin diterjemahkan.

Bab 1 Satu

Tahun kedua masa Pemerintahan Kebangkitan, tanggal delapan bulan dua. Gerimis, angin sepoi, pagi dan malam terasa dingin.
Disarankan: menyelesaikan urusan, merobohkan bangunan; Tidak disarankan: bepergian.
Selain itu, sebaiknya tidak melakukan sesuatu yang lain.
Sinar matahari tipis saja, awan kelabu tumpang tindih tak beraturan di atas langit ibu kota Jinling. Di luar atap, suara hujan berderai pelan, suasana hati pejabat pencatat di Akademi Negara lebih kosong dan sepi dari kelas di depannya yang bahkan bayangan makhluk halus pun tak terlihat.
Menjelang akhir jam naga, pejabat tua itu diam-diam menggulung kantong bukunya ke punggung yang membungkuk, di tangan menggenggam laporan kecil yang baru saja ia tulis, bersiap-siap masuk istana untuk mengadu pada Kaisar! Andai saja dulu ia lebih memilih menjadi juru tulis seumur hidup di Perpustakaan Agung daripada menjadi guru anak-anak pejabat ini, betapa menyesalnya!
Di asrama sayap tenggara Akademi Negara, sekelompok remaja berkumpul. Yang paling tua belum lewat lima belas, yang paling kecil baru cukup tinggi untuk menyentuh tepi meja, semuanya mengenakan seragam biru dengan topi persegi khas murid akademi. Di tengah-tengah ada meja bundar, di atasnya selembar kertas tipis, hanya berisi satu kalimat singkat.
— Li Jia, berusia dua belas tahun. Keluarga Li dari Longxi, anak utama dari cabang Gu Zang.
Kabar tentang murid pindahan yang akan masuk ke Akademi baru saja sampai kemarin ke telinga kepala sekolah, hari ini asal-usul dan latar belakangnya sudah terpampang di depan para putra bangsawan

📚 Rekomendasi Terkait

Peringkat Terkait